Postingan

Gambar
Waktu berjalan terasa lambat. Saat jauh disisimu sayangku. Senyummu tergambar dalam imaji. Menenangkan hati yang gunda karena rindu malam ini. Dan hanya doa-doa ku panjatkan untuk pertemuan selanjutnya. Aamiin.
Gambar
     Cemburu adalah ego tidak ingin berbagi dengan yang lain. Menjelmah menjadi sebuah rasa kesedihan yang harus ditahan. Tapi cintaku tidak akan lari. Tapi hanya sekedar merenggangkan hati untuk bernafas panjang. Dan akan kembali mencintaimu. Akhir pada sorenya kita kembali bahagia, tertawa dan sambil melempar senyum bahagia. Tuhan terimah kasih untuk sore tadi. Malam ini ku mengenang sambil tersenyum bahagia. Sayang dengarkan rintihku jangan pernah tinggalkan aku. Sayang hatiku kuberharap padamu untuk kita dan masa depan kita yang lebih baik. Janjiku akan berusaha keras dan tidak akan berharap pada hal instan kecuali kerja keras dan doaku pada tuhanku.
Sepi dipagi ini. Dingin terasa berhembus dari jendela-jendela kamar. Gejolak cemburu merasuki , berputar dikepalah bertanya-tanya. Akankah kamu berniat untuk tidak meninggalkan?. Jujur perkataanmu semalam membuat tanya itu dipagi ini.
Ku ingin melihat senyummu pagi ini Ku ingin berada didekatmu pagi ini Namun, sayang waktu hari ini tidaklah cukup Aku janji dilain hari kudatang berkunjung Ku sampaikan rindu pagi ini yang bertumpuk dibelahan sudut timur itu.
Hari ini adalah kebahagian salah satu penduduk bumi. Hari ini dapat kembali bernafas lega, telah menemukan suatu kekayaan yang ada dalam hidupnya. Kini dia punya kawan, untuk menemani setiap perjuangannya. Sebuah terimah kasih kepada kepada Tuhan yang maha sempurna, telah memberikan setitik surga di dalam jiwanya.
Hidup saya jalani harus ku tahan semua rasa sakit itu. Semua harus ku tahan tanpa harus tangis. Saya yakin lewat kerja kerasku akan terwujud impian terhebatku.  kebebasan, dan memberikan yang terbaik kepada sesama. Kamu harus tahu saat dimana harus ku tahan sakit saat-saat itu. Hinaan ,cercaan,dasar bodoh,kau bodoh sekali,kendari hutan, ini dan itu. sakit sekali apalagi di sepelehkan. Kamu harus tau saat-saat itu, sakit harus ku tahan sendiri. Lalu berharap pada orang yang akan mengobati sakit itu. Namun dianggap biasa, tidak ada yang  perluh dicintai. Lagi-lagi harus menelan pahitnya, hanya sekedar agar menjaga perasaanku kau baik hati padaku. Kamu harus tau saat itu saya bertambah kuat perlahan-lahan mati rasa oleh rasa sakit itu. Karena tuhan telah menghilangkan rasa sakit itu. Dan yang terisah adalah keberanian. Keberanian tanpa rasa takut, sedih, kecewa dan apa pun itu. Dan terakhir suatu hal penting bahwa yang mati akan mati dan yang hidup akan tetap hidup.
Semalam ini menunggu. Apa kita saling menunggu ? Atau hanya sepihak yang menunggu ? Atau hanya ego yang membuat rumit ?